Monday, 21 November 2011

Janda Penjaga Warung Kopi Dihamili Pelanggannya, Berusaha Bunuh Diri

berita2.com (Ponorogo, Jawa Timur): Setelah bercerai dengan suaminya beberapa tahun yang silam, Sum (21), warga desa Pandak kecamatan Balong, Ponorogo, harus membanting tulang bekerja di sebuah warung kopi. Ini lantaran, demi menghidupi anaknya.

Semenjak bekerja di warung kopi yang terletak di desa Brahu kecamatan Siman, janda beranak satu itu berkenalan dengan Jun (23), warga desa Beton kecamatan Siman. Yang kemudian menjadi pelanggan tetapnya. Hubungan keduanya semakin mesra, setelah sering berkomunikasi. Baik saat bertemu langsung ataupun melalui telefon.

Hubungan yang semakin dalam itu, membuat Sum berbadan dua. Wanita manis itupun, mengaku jika anak yang dikandungnya merupakan anak dari Jun. Untuk meminta pertanggungjawaban, iapun nekat mendatangi rumah Jun. Namun, Jun mengelak jika kandungan Sum yang masih berusia satu bulan itu, adalah hasil perbuatannya.

Medengar jawaban yang mengecewakan, ia berusaha bunuh diri dengan terjun ke sungai. Beruntung, nyawa janda kembang itu dapat diselamatkan, setelah sejumlah warga mengetahui aksi nekad tersebut. Dan segera menyelamatkan, dengan membawa ke hospital Asiyiah Ponorogo.

Jun, kepada wartawan saat ditemui mengelak jika kehamilan Sum adalah akibat perbuatannya. Pasalnya, perkenalan denang janda beranak satu itu masih satu bulan. “Kenal baru satu bulan, masak sudah hamil satu bulan. Bagaimana ini,” katanya singkat.

Dokter yang menangani korban, Gufron mengatakan, jika korban menderita patah tulang belakang. Juga mengalami pendarahan dibeberapa bagian tubuhnya. Sebab, menurut pengakuan korban, dirinya lari kemudian terjun ke sungai. “Sekarang sudah dipindahkan keruang perawatan, setelah beberapa jam berada di UGD. Untuk kondisi kemhamilannya, masih menunggu hasil USG. Yang jelas, pasien masih terlihat shok,” terangnya.

Sementara, Kasat Reskrim Ponorogo, AKP Nyoto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait pemicu kasus percobaan bunuh diri itu. Korbanpun, lanjutnya, masih dapat berkomunikasi, karena shok. “Luka pada korban murni karena percobaan bunuh diri dengan terjun kesungai sedalam lebih dari empat meter,” pungkasnya, Minggu (20/11). (ded)

sumber

No comments:

Post a Comment