Friday, 20 January 2012

Kerana Bising Pemerintah Israel Cari Cara Matikan Azan



Pemerintah Israel mencari cara agar suara volume suara adzan dari berbagai Masjid di wilayah perbatasan Israel-Palestin dapat dikecilkan atau dimatikan. Hal ini kerana para pemukim Yahudi yang mengeluh, azan itu menyebabkan kebisingan ketika mereka sedang tidur.

Dalam laman Haaretz, Rabu (18/1), Administrasi Pemerintahan Sivil Israel di Tepi Barat mencari cara penggunaan teknologi untuk mematikan volume suara panggilan muadzin tersebut.

Ketua Administrasi Pemerintahan Sivil Israel, Brigjen Moti Almoz mengadakan pertemuan dengan beberapa ahli teknik militer. Agar dapat dicari teknologi untuk dapat mematikan secara automatik volume adzan dari wilayah Palestina.

Pejabat Administrasi Sivil beranggapan tidak perlu meminta persetujuan pihak berkuasa Palestin. “Pemerintah Palestin akan menyambut baik hal ini, banyak juga warga Palestina juga mengeluhkan tentang suara keras ini,” ujarnya.

Ternyata teknologi juga dapat berImpak bagi masjid di wilayah Israel. Bulan lalu, Pejabat Israel dari Parti Yisrael Beiteinu, Anastassia Michaeli mengajukan RUU untuk melarang penggunaan sistem suara oleh muadzin di Masjid. Kerana alasan yang sama kebisingan. RUU ini awalnya didukung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, tapi akhirnya gagal kerana keberatan dari pejabat lain dari parti Likud.

Di wilayah Hebron, Pemukim Yahudi bahkan membalas suara adzan dengan membunyikan musik Hasid khas Yahudi dengan pengeras suara sekuat-kuatnya. Namun akhirnya dapat dimediasi oleh Departemen Perlindungan Lingkungan, dengan alasan wilayah masjid di dekat pemukiman yahudi ini berada dalam makam l yang berada diwilayah kendali Israel.

No comments:

Post a Comment