Tuesday, 22 November 2011

Sebuah Lubang Tiba-tiba Muncul Sehabis Hujan dan Menyedut Seorang Wanita

Seorang wanita yang berprofesi sebagai pengacara jatuh ke dalam sebuah lubang hitam yang tiba-tiba muncul setelah hujan sedalam 45 kaki dan tidak tertolong nyawanya hanya kerana petugas pemadam kebakaran yang hendak menolong terlibat pertengkaran dengan rakannya.

"Kami berfikir untuk mendapatkan tali kita sendiri dan segera turun untuk menyelamatkan ibu kami", ujar anak perempuan pengacara yang meninggal itu. Peristiwa tersebut terjadi di Ayrshire, Scotland Selatan.



Setelah itu, mimpi buruk selalu dialami Jane, anak perempuan pengacara. Dalam mimpi itu, Jane panik mencari ibunya sambil memegang lilin untuk menyinari jalan yang gelap. Teriakan-teriakan Jane: "Ibu,dimana engkau?" dibalas dengan jeritan sang ibu. Dari jeritan itu akhirnya Jane menemukan lubang hitam mengangga, tempat ibunya jatuh.

Minggu lalu, dalam sebuah putusan yang sangat penting berikut penyelidikan kecelakaan fatal, sherif mengatakan kematian ibu dari dua anak ini yang jatuh pada kedalaman 45 kaki dapat dihindari jika tindakan lebih cepat diambil.

Kedua anak sang ibu menyesalkan permintaan maaf yang terlambat dari pihak berkuasa setempat, mengingat kehidupan keluarga mereka telah' pecah 'oleh sikap penyelamatan.


Jayne berkata: "kematian ibu saya menghancurkan hidup kami. Semuanya bercelaru setelah kami kehilangan beliau. Beliau penguat kami dan tidak pernah terfikir oleh kami untuk beliau tidak bersama kami. Luka-lukanya tidak mengancam nyawa dan beliau seharusnya tetap bersama kita hari ini. Yaa..memang wajahnya bengkak parah, rahangnya patah, rambut panjangnya yang indah kusut, kukunya semua patah akibat beliau mencakar untuk menggapai jalan keluar dari lubang. Kami perlu mendapat keadilan bagi ibu kami dan kami berharap penyelidikan yang baru akan memberikan keadilan bagi kami."

Ketua Inspektur kebakaran dan penyelamatan, Steven Torrie, akan memimpin penyelidikan baru. Lubang-lubang maut seperti itu, kemungkinan akan bermunculan lagi mengingat banyaknya bekas-bekas tambang batubara

sumber

No comments:

Post a Comment