Wednesday, 9 November 2011

Kakak ni derita kerana payudaranya besar

Meski memiliki suami dan dua anak yang sangat mencintainya, Jen agaknya masih menyimpan trauma masa remaja. Masih lekat dalam ingatan ketika orang-orang memanggilnya dengan sebutan 'Jen si payudara besar'. "Setiap saya jalan, semua pandangan mengarah ke dada saya, dan selalu menjadi bahan lawak," katanya kepada mirror.co.uk.


Saat sekolah rendah, Jen menjadi pelajar pertama yang mengenakan bra di kelasnya. Seiring bertambahnya usia, payudaranya berkembang melebihi ukuran normal. Ia bahkan harus memesan bra khusus, kerana semua yang ada di pasaran tak dapat menampung payudaranya.

Memasuki usia 20 tahun, Jen mulai berfikir melakukan operasi penyusutan volume payudara. Namun, doktor yang ia temui memintanya menunda hingga menikah dan memiliki anak. Sebab, operasi akan memengaruhi kemampuannya menyusui. "Saya menurut, katanya menyusui juga boleh membuat payudara menyusut, tapi nyatanya tidak," katanya.

Menikah dengan lelakiyang sangat mengagumi payudaranya, Jen melahirkan dua anak. Ia selalu berniat memberikan ir susu ibu eksklusif, namun selalu terhenti di tengah jalan. Jen tak tega melihat bayinya yang sering susah bernafas tertimpa payudaranya.


Keinginannya melakukan operasi memperkecil ukuran payudara kembali menguat. Terlebih, ia kerap merasakan sakit di area punggung. Ia juga susah tidur telentang kerana membuat nafasnya tersengal. Saat berjalan, ia juga harus sering duduk beristirahat kerana beban berlebih di area dadanya. Ia ingin memperkecil ke ukuran cup C atau D.

Kecil lebih sihat

Marisa Weiss, pakar onkologi sekaligus presiden dan pendiri breastcancer.org, mengatakan, "Payudara yang lebih besar akan lebih berat dan menempatkan tekanan pada tubuh. Ini mengubah postur seorang wanita dan menyebabkan leher sering tegang yang boleh membuat timbulnya sakit kepala.”


Sementara kajian University of Wina menyebut, payudara besar terkadang kurang sensitif dibandingkan berukuran lebih kecil. "Payudara besar memiliki jaringan lemak lebih banyak daripada jaringan kelenjar yang merupakan bahagian paling sensitif," kata seorang seksologi Rachael Ross, MD, PhD seperti dikutip dari Shine.

"Dengan payudara yang lebih kecil, kelenjar lebih mudah untuk merangsang selama foreplay kerana mereka tidak berada di bawah lapisan lemak," Rachael menambahkan. Payudara kecil juga membuat wanita lebih leluasa menciptakan gerakan saat bercinta.

No comments:

Post a Comment